Search

Memuat...

My Google+

Sekolah Impianku Layaknya Sekolah di Finlandia

Written By Rianto Sandi on Minggu, 30 Juni 2013 | 01.41.00


Poster Sekolah Dambaanku Blog Competition
Poster Sekolah Dambaanku Blog Competition
Bicara soal impianku, aku ingin mempunyai sebuah sekolah impian seperti sekolah di Negara Finlandia.. Negara Finlandia yang terkenal dengan metode pendidikannya, sekolah tanpa Ujian Nasional dan hanya sedikit PR yang di berikan oleh sang guru terhadap muridnya (baik saat liburan maupun saat hari-hari sekokah)...

Aku mulai dengan membicarakan tentang Guru... Jenis guru apakah yang aku inginkan di sekolah impianku ini?? Aku ingin seorang guru yang berkualitas.. Lulusan terbaik yang pernah di wisudakan, pencapain gelar Master (S2), dan pemilihan ini akan di lakukan secara selektif... Apakah itu saja?? Tentu tidak, aku juga ingin dia memiliki dedikasi yang tinggi dalam hal pendidkan, mempunyai semangat dalam membagi ilmunya terhadap muridnya, membawakan pelajaran yamg di ajarkan dengan santai... Seorang guru pun hanya membantu muridnya untuk mencapai kesuksesan... Aku juga ingin sang guru ini, lebih sering memberikan hal-hal yang dapat memancing kekreatifitasan si murid.. Aku juga lebihmenyukai gaya belajar sambil bermain, ketimbang belajar terus-menurus hehehe

Lalu bicara tentang Fasilitas & Lingkungan Sekolah... Aku ingin sekolah impianku ini, mempunyai fasilitas internasional... Aku ingin Laboratorium IPA di sekolah impianku ini punya tempatnya masing-masing, tidak lagi dalam satu Laboratorium IPA di pakai untuk FIsika, Biologi dan Kimia... Aku juga ingin di dalam Laboratorium Fisika terdapat sebuah teropong bintang agar siswa dapat melihat indahnya langit pada saat malam hari, tersedianya Laboratorium Bahasa, Komputer, dan IPS... Aku juga ingin menambahkan fasilitas asrama yang dapat di pakai oleh seluruh siswa secara gratis, tanpa pungutan biaya.. Ruang kelas yang di lengkapi dengan jendela yang mudah di buka, karena lebih baik menggunakan AC alam ketimbang AC elektronik untuk membantu menyelamatkan bumi ini, di lengkapi juga dengan proyektor untuk mendukung belajar, papan tulis dengan sistem touchscreen, sistem absen dengan menggunalan sidik jari dan tidak lupa setiap ruang kelas di pasangkan akses WiFi secara gratis serta CCTV untuk mengawasi aktivitas siswa.. Mempunyai fasilitas olahraga yang lengkap, seperti lapangan footsal, bulutangkis, tennis, voli, basket, tak lupa juga fasilitas kolam renang.. Ada perpustakaan yang berisi banyak referensi-referensi buku untuk menambah wawasan para siswa dan membantu untuk belajar juga.. Terdapat juga kantin dengan desain seperti di restoran lengkap dengan pelayannya untuk memudahkan siswa..

Kalau soal lingkungan sekokah aku hanya ingin sekolah impian ku ini di lengkapi dengan memperbanyak taman dan tumbuhan hijau yang sejuk :)

Lalu ke aspek “Hubungan Guru dan Orang Tua”.. Bicara aspek yang satu ini mungkin bagiku agak sedikit membingungkan, mungkin untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara guru dan orang tua, aku dapat mengadakan acara makan malam bersama dengan para guru dan orang tua di bulan-bulan tertentu, mungkin ini agak sedikit aneh, tapi demi membentuk sebuah sekolah dambaan yang bagus, aku akan melakukan apa saja untuk sekolah dambaanku ini.. =)

Pada aspek “Mata Pelajaran”, aku ingin menerapkan mata pelajaran Bahasa Inggris baru dipelajari di saat anak-anak kelas 3 SD, kemudian bahasa asing China & Jepang ingin aku terapkan di saat kelas 8 SMP dan yang terakhir bahasa asing Perancis & Jerman aku terapkan saat kelas 10 SMA, kenapa? Supaya mereka dapat terbiasa dengan bahasa asing.. Tidak hanya itu saja, aku ingin mata pelajaran di sekolah dambaanku ini lebih di tekankan dalam pembelajaran PKn, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Bahasa Inggris, dan Agama. Yang paling utama untuk sekolah dambaanku adalah itu semua, aku mengutamakan pelajaran PKn untuk mengajari para murid tentang arti dari sebuah negara, sopan santun, tata krama. Kemudian, Bahasa Indonesia, aku ingin agar para siswa mengerti bahasa mereka sendrir lebih jauh, yaitu Bahasa Indonesia. Lalu, Matematika, IPA dan IPS, itu ada tiga mata pelajaran yang sangat penting, selalu keluar di setiap Ujian Nasional (baik SD, SMP maupun SMA). Selanjutnya Bahasa Inggris, aku ingin agar para siswa dapat mengerti aspek dasar dari bahas universal ini, karena Bahasa Inggris bersifat universal dan hampir di setiap perusahaan bahasa ini di pakai dalam pekerjaan. Yang terakhir adalah mata pelajaran Agama, mata pelajaran ini juga sangatlah penting untuk mengajari moral, sopan santun, sikap hormat terhadap orang tua, menghargai setiap perbedaan yang ada..

Kemudian aspek “Tugas dan Pekerjaan Rumah”.. Di sekolah dambaanku ini aku ingin tugas dan pekerjaan rumah jangan terlalu banyak, selayaknya seperti sekolah di Finlandia, para guru memberi para murid pekerjaan rumah yang waktu pengerjaanya tidak sampai 30 menit.. Maka dari itu aku ingin sekolah dambaanku ini menerapkan sistem seperti itu, agar siswa pun tidak terlalu dibebankan dengan banyak tugas :)

Dan aspek yang terakhir yang aku bahas di sini adalah “Harapan untuk Pendidikan Indonesia ke Depan”.. Aku punya harapan untuk pendidikan Indonesia selama ke depan nanti, aku ingin tingkat pendidikan di Indonesia dapat mengkikuti ingat pendidikan di Finlandia.. Negara Finlandia, sebuah negara dengan tingkat pendidikan yang tinggi (bahkan ujian kelulusan mereka tanpa Ujian Nasional), aku berharap Indonesia dapat mengikuti metedoe pendidikan di Finlandia, agar kualitas hidup di Indonesia meningkat :)

Berikut ini aku mendapatkan sebuah testimoni salah satu siswa Finlandia (source: http://fannyrofalina.blogspot.com/2013/03/lupakan-amerika-pendidikan-di-finlandia.html) ::

“Saya adalah pelajar usia 18 tahun Finlandia (bilingual bahasa Finlandia dan bahasa Inggris). Saya adalah siswa dengan performa yang selalu baik. (Dalam ujian matrikulasi, saya meraih nilai yang tinggi, masuk ke 5% siswa skor tertinggi di Finlandia). Saya dididik dengan sistem pendidikan Finlandia hampir seumur hidup saya, kecuali masa 3 tahun dalam program International Baccalaureate. 

Program IB menekankan apa yang disebut dengan siswa "berprestasi". Bagi saya, ini adalah lingkungan belajar yang penuh stres. Mengatur fokus pada pekerjaan sekolah sulit bagi saya, ketika hanya murid bintang kelas yang benar-benar mendapat perhatian guru dan sisanya dibiarkan berjuang sendiri. Keadaan ini membuat masing-masing murid beradu satu sama lain - saling tinggi-tinggian nilai ujian (Wow, padahal di sini pemandangan sehari-hari tuh). 


Saya meninggalkan program IB setelah tiga tahun, persaingan yang tinggi tidak memberi saya kesempatan lagi untuk sukses dibandingkan dengan pendekatan Finlandia yang ramah. Minat tertentu dan bakat saya selalu diakui oleh guru saya. Guru Finlandia fokus pada menjaga standar kelompok, bekerja sama dengan masing-masing murid. Para siswa yang dirasa lebih sulit mengikuti materi, menerima perhatian dan bantuan yang mereka butuhkan secara individual. Ini tidak berarti bahwa siswa berbakat menjadi tertahan, malah sebaliknya. Guru Finlandia menerima kenyataan bahwa satu kelas terdiri dari berbagai individu dengan tahap perkembangan intelektual yang berbeda. Suasana seperti ini sangat menguntungkan, dan bagi perfeksionis seperti saya, lingkungan ini lebih mudah untuk melakukan yang terbaik. 


Sekolah Finlandia memiliki kurikulum nasional yang hadir untuk memberikan guru kebebasan lebih. Ya, saya tahu kedengarannya bertentangan, namun kurikulum hanya menyatakan dengan jelas apa yang harus diajarkan dan diraih sekolah untuk masing-masing kelompok usia. Tidak ada aturan untuk urutan atau metode yang terlibat. Hal ini memungkinkan untuk setiap guru untuk meng-cover setiap topik dengan cara yang menurut mereka menguntungkan dan masuk akal."

0 komentar:

Poskan Komentar